khazanah

selamat membaca
Rabu, 24 April 2013

Tokoh-tokoh Mu’tazilah dan Pemikirannya



Tokoh-tokoh Mu'tazilah dan pemikirannya



Tokoh-tokoh Mu’tazilah dan Pemikirannya

Aliran Mu’tazilah sudah melahirkan  para pemuka dan tokoh-tokoh yang  penting,
1.       Wasil bin Atha (80-131 H/699-748 M),
Wasil bin Atha’ Al-Ghazal dikenal  sebagai  seorang pendiri aliran Mu’tazilah, sekaligus sebagai pemimpinya yang  paling pertama. Serta  dia juga terkenal sebagai orang yang telah  menyimpan  prinsip pemikiran kaum  Mu’tazilah yang rasional.
Orang yang  pertama yang meletakan kerangka dasar ajaran kelompok  Mu’tazilah. Ajaran pokok yang didengungkannya  ada tiga  macam yaitu, faham al-Manzilah bain al-Manzilatain, faham aliran  Qodariah yang diambil dari tokohnya  Ma’bad dan Gailan, serta faham yang ,meniadakan sifat-sifat Tuhan. Dua dari tiga ajaran pokok itu lalu  menjadi ajaran   Mu’tazilah, yaitu “al-Manzilah bain al-Manzilatain” dan peniadaan sifat-sifat Tuhan


2. PemikirannyaAbu Huzail al-Allaf (135-235 H),
Nama lengkapnya ialah Abdul Huzail Muhammad Abu Al-Huzail Al-Allaf Ia  adalah sebagai pemimpin kaum  Mu’tazilah yang kedua di kota  Basrah. Ia banyak sekali menekuni filsafat  bangsa Yunani. Pengetahuanya mengenai  filsafat memudahkan  utuknya dalam  menyusun dasar-dasar ajaran Mu’tazilah dengan  teratur. Pengetahuanya berkaitan dgn  logika, membuat Ia  menjelma menjadi ahli dalam  debat. Lawan2nya dari kaum zindik dari kelompok majusi,  serta Zoroaster, dan atheis tidak  mampu membantah argumen yang ia berikan. Menurut  suatu riwayat, 3000 orang telah  masukIslam pada tanganya. Puncak kebesaranya itu di raih pada waktu khalifah Al-Makmun, karena khalifah ini pernah menjadi  salah seorang muridnya.

3.PemikirannyaBisyir Al-Mu’tamir (wafat 226 H)
Ia merupakan  pemimpin Mu’tazilah di  kota Baghdad. Pandanganya yang sangat  luas berkenaandengan  kasusastraan melahirkan prasangka  bahwa ia merupakan  orang yang pertama  kali menyusun Ilmu Balaghah. Ia jug seorang tokoh aliran kelompok  ini yang membahas konsep tawallud (reproduction) yaitu batas2  pertanggung jawaban manusia atas kelakuaanya Ia memiliki murid-murid yang  sangat besar pengaruhnya dalam penyebaran paham aliran Mu’tazilah, khususnya di Baghdad.

4. An-Nazzam (183-231 H),[  
Ia merupakan  murid dari  Abul Huzail Al-Allaf. Ia juga  banyak bergaul dengan ahli fillsapat. Pendapatnya itu banyak  yang tidak samaa dengan aliran Mu’tazilah lainya. Dia mempunyai  ketajaman dalam  berfikir yang sungguh  luar biasa, antara lain tentang metode keraguan serta  metode empirika yang merupakan cikal bakal lahirnya renainssance (pembaharuan) Eropa.

5.Al-Jahiz Abu Usman bin Bahar (w. 869),
Dia merupakan  pencetus aliran  naturalisme atau kepercayaan pada  hukum alam yang oleh paham  Mu’tazilah dinamakan  sunnah Allah.dia diantaranya menerangkan  bahwa perbuatan-perbuatan manusia yu  tidaklah  bisa semuanya  diwujudkan  manusia itu sendiri, melainkan adanya  pengaruh hukum alam.
6. Al-Jubba’i (w. 302 H),
Nama  asli Al-Jubba’I di ambil dari nama kota  kelahiranya, yaitu dari daerah yang bernama Jubba, di provinsi CHuzestan-Iran. Dia merupakan  guru imam Abu Hasan al-Asy’ari, pendiri kelompok  Asy’ariyah. Pada saat Al-Asy’ari keluar dari barisan  Mu’tazilah serta  menyerang pendapatnya, Ia membalas serangan  dari Asy’ari tersebut. Pikirannya  tentang tafsiran Al-Qur’an banyak di ambil oleh Az-Zamakhsyari. Dia dan anaknya yaitu Abu Hasyim Al-Jubba’I memperlihatkan akhir kejayaan mmenurut aliran Mu’tazilah
Pendapatnya yang mashur yaitu mengenai  kalam Allah SWT, sifat Allah SWT, kewajiban seorang manusia,serta daya ingat . Mengenai kalam Allah SWT, ia sependapat sama  dengan an-Nazzam. Mengenai Sifat Allah SWT, ia menjrlaskan  bahwa Tuhan tidak memiliki sifat, kalau disebutkan  Tuhan berkuasa,  atau berkehendak, dan mengetahui berarti Dia berkuasa, juga berkehendak, dan mengetahui melalui esensi-Nya, bukan dengan sifat-Nya itu. Tentang kewajiban umat manusia, ia membaginya kedalam dua kelompok yaitu kewajiban-kewajiban yang pahami oleh manusia dengan  akalnya (wajibah ‘aqliyah) dan kewajiban-kewajiban  manusia melalui ajaran-ajaran yang dibawa  para rasul serta para  nabi (wajibah syar’iah). Sementara itu, daya akal menurut  pendapat al-Jubba’i sangatlah  besar. melalui akalnya, manusia bisa  mengetahui adanya Tuhan serta kewajibanuntuk bersyukur kepada-Nya. Akal manusia seterusnyan dapat mengenal apa-apa  yang baik dan yang buruk serta mengetahui kewajiban berbuat  baik serta meninggalkan yang buruk. Pendapat ini menjadi bagian dari ajaran Mu’tazilah yang penting.
7.Mu’ammar bin Abbad,
Dia merupakan pendiri Mu’tazilah aliran  kota Baghdad. Pendapatnya yang penting yaitu  mengenai kepercayaan pada hukum alam, sama  seperti pendapat al-Jahiz. Ia menyatakan bahwa Tuhan hanya menjadikan benda-benda materi saja , sementara al-‘arad atau accidents (sesuatu yang datang pada benda-benda) itu adalah hasil dari hukum alam itu. Contohnya,seperti  jika sebuah batu dilempar kedalam air, maka gelombang yang dihasilkannya  oleh lemparan batu itu merupakan  hasil atau kreasi dari batu itu, bukan hasil ciptaan  dari Tuhan.

8.Bisyr al-Mu’tamir (w. 210 H),
Ajarannya yang terpenting berkaitan dengan  pertanggungjawaban perbuatan manusia. Baginya, anak seorang  kecil tidak diminta pertanggungjawaban atas kelakuaanya diakhirat kelak karena ia belum termasuk mukalaf. Seorang yang berdosa besar lalu bertobat, kemudian  mengulangi lagi melakukan  dosa besar, akan menerima siksa ganda, meskipun ia sudah bertobat atas dosa besarnya yang telah lalu.

9.Abu Musa al-Mudrar (w. 226 H),
Dia dianggap  sebagai pemimpin Mu’tazilah yang  sangat ekstrim karena pendapatnya yanggampang mengkafirkan orang lain. Menurut Syahrastani, menuduh kafir semua orang yang meyakini keqadiman al-Quran. Ia juga membantah pendapat bahwa Allah SWT bisa  dilihat dengan mata kepala akhirat.

10.Hisyam bin Amr al-Fuwati,
Dia berpendapat bahwa apa yang disebut  surga dan neraka hanyalah ilusi semata, belum ada wujudnya pada saat ini. Alasannya  yang dikemukakan adalah tidak ada manfaat menciptakan surga serta neraka sekarang karena belum saatnya  orang memasuki surga dan neraka.

11.Sumamah bin Asyras (w. 213 H),
Dia berpendapat bahwa manusia sendirilah yang melahirkan  perbuatan-perbuatannya karena dalam dirinya sudah  tersedia daya untuk berbuat. Tentang daya akal, ia berkesimpulan bahwa akal manusia sebelum datangnya  wahyu bisa  tahu adanya Tuhan serta mengenal  perbuatan  yang baik dan perbuatan buruk, wahyu  hanya turun untuk memberikan konfirmasi.

12.Abu al-Hussain al-Khayyat (w. 300 H),
Dia mengatakan  penafsiran yang berbeda dengan para  pemuka Mu’tazilah lainnya mengenai peniadaan sifat-sifat Tuhan. Ia berpendapat bahwa seandainya  Tuhan disebut berkehendak, maka keinginan  Tuhan itu bukanlah sifat yang melekat pada zat Tuhan dan tidak  pula diwujudkan melalui zat-Nya. Jadi, kehendak Tuhan itu bukanlah zat-Nya, melainkan diinterpretasikan oleh  Tuhan mengetahui serta  berkuasa mewujudkan perbuatan-Nya selaras dengan Pengetahuan-Nya
13. Al-Qadhi Abdul Jabbar (w. 1024 H)
Dia angkat sebagi hakim oleh Ibnu Abad. Diantara  bagian karyanya yang besar ialah tentang ulasan pokok-pokok ajaran Mu’tazilah. Karangan itu  demikian luas dan amat sangat mendalam yang ia sebut Al-Mughni. Kitab ini begitu besar, satu kitab yang terdiri lebih dari (15) lima belas jilid. Dia tergolong tokoh yang hidup pada jaman kemunduran aliran Mu’tazilah namun Ia bisa  berprestasi baik dalam bidang keilmuan maupun pada  jabatan kenegaraan.

14.Az-Zamakhsyari (467-538 H).
Dia dilahirkan di desa Zamakhsyar, Khawarizm, negara Iran. Sebutan Jarullah artinya ialah tetangga Allah, karena  memang beliau lama hidup di kota  mekah, dekat ka’bah. Ia terkenal sebagai tokoh dalam Ilmu Tafsir, serta nahwu, dan paramasastra. Dalam karanganya Ia secara terang-terangan  memperlihatkan faham Mu’tazilah. Seperti Misalnya dalam kitab tafsir Al-Kassyaf, ia berusaha menafsirkan ayat2  Al-Qur,an berdasarkan ajaran-ajaran Mu’tazilah, terutama lima prinsip ajaranya yang akan di bahas  pada Sub-Bab berikutnya. Selain itu kitab Al-Kassyaf dijelaskan  dalam ilmuBalaghah yang tinggi, sehingga para mufassirin banyak yang memakainya hingga saat ini.

Title: Tokoh-tokoh Mu’tazilah dan Pemikirannya; Written by Huzaeni Ridwan; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sample Footer